
Komnasbpklhnews.com KAB.KARAWANG, — Dalam upaya membantu anggota keluarganya setelah meninggal dunia, maka sebagian besar umat Islam di Indonesia melaksanakan tradisi pembacaan doa atau dikenal dengan istilah Tahlilan.
Tahlilan ini sendiri berlangsung beberapa hari, tergantung kemampuan dari keluarga yang meninggal dunia. Ada yang hanya 3 kali, 7 kali bahkan ada yang sampai 40 kali.
Salah satu umat Islam yang melakukan ritual itu adalah Andi, melaksanakan acara Tahlilan malam Ke-7 meninggal nya (Alm) Mu’in Bin Entong, yang merupakan Bapaknya.
Acara yang dilakukan dikediamannya Dusun Bungin RT.001 RW.003 Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang setelah sholat isya tersebut, dihadiri oleh jamaah masjid dan jamaah musholla, serta masyarakat sekitar, Kamis (14/05).
Nampak hadir dalam acara ini, Aparatur Pemerintah Desa Tanjungmekar, Staf Kecamatan Pakisjaya, dan banyak lagi.
Ustad Abdul Manan, yang mewakili keluarga besar Almarhum, dalam sambutannya, mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran para jamaah tahlil dan tadzkir, yang hadir mengikuti acara ini.
“Terimakasih atas kehadiran para guru, para assatidz, dan jamaah yang menyempatkan diri untuk hadir di acara ini, meski sebagian besar terlihat lelah sisa beraktifitas di siang hari,” ujarnya.
Dia juga berharap semoga kehadiran para guru dan jamaah yang mengikuti acara ini, bisa menjadikan wasilah diampuni nya dosa (Alm) Mu’in dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik di alam kuburnya.
Pembacaan Tahlil, dipimpin oleh, Ustad Dadang S Manaf, P3N Desa Tanjungmekar. Dan di penghujung acara ditutup dengan doa dan dibacakan oleh, Ustad Jamali, acara dilanjutkan dengan pembagian berkat dan ramah tamah.
(D-Hunter)