
Komnasbpklhnews.com Bekasi| Sebuah kejadian tak terduga terjadi saat pelaksanaan proyek penataan kota bernilai besar di kawasan pusat kota Bekasi, tepatnya di Jalan Sudirman, depan Grand Mall Bekasi, pada Jumat (29/05/2026). Pekerjaan pembangunan dengan anggaran 7,6 Miliar Rupiah harus terhenti sementara setelah alat berat yang sedang beroperasi tidak sengaja mengenai dan merusak pipa penyalur gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) yang tertanam di bawah tanah. Kejadian bermula ketika tim pelaksana melakukan penggalian tanah untuk keperluan pembangunan. Tanpa disadari, alat berat menyentuh jaringan pipa distribusi gas, yang langsung menyebabkan pipa pecah dan gas menyembur keluar dengan deras. Kepulan uap tebal segera terlihat oleh pengendara dan pengunjung di kawasan yang cukup padat tersebut. Merespons hal itu, petugas keamanan dan pengawas lapangan segera bertindak cepat dengan memasang pembatas dan rambu bahaya di sekitar lokasi guna mencegah siapa pun mendekat ke zona berisiko. Namun, berkat pengaturan yang baik dari petugas di lapangan, arus lalu lintas di Jalan Sudirman sebenarnya hanya mengalami gangguan ringan atau tersendat, tidak sampai terjadi kemacetan parah atau penutupan jalan sepenuhnya. Kendaraan tetap bisa melintas dengan hati-hati dan perlahan di jalur yang masih aman, sehingga kelancaran perjalanan tetap dapat terjaga dengan baik. Sementara itu, demi keamanan dan keselamatan sepenuhnya, seluruh aktivitas pekerjaan fisik di lokasi proyek secara resmi dihentikan untuk sementara waktu sampai kondisi dinyatakan aman kembali dan perbaikan tuntas dilakukan. Proyek ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah daerah untuk memperindah wajah kota dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan lokasi jaringan utilitas sebelum memulai pekerjaan agar hal serupa tidak terulang. Tim teknis dan penanganan darurat dari PGN telah tiba di lokasi untuk mematikan aliran gas dan melakukan perbaikan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan, dan arus kendaraan perlahan kembali berjalan lancar seperti biasa.
(Ari)