
Komnasbpklhnews.comKab Purwakarta – Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit akibat penyakit yang diderita kepala keluarga, sebuah keluarga di Kabupaten Purwakarta tetap berjuang mempertahankan harapan melalui pendidikan.
Kisah ini terlihat dari semangat seorang siswi berprestasi, Neng Zaskia, yang terus mengukir prestasi akademik meski keluarganya menghadapi berbagai keterbatasan.
Ayah Neng Zaskia saat ini menderita gagal ginjal kronis dengan komplikasi, sehingga harus menjalani cuci darah (hemodialisa) secara rutin.
Kondisi kesehatan tersebut membuatnya tidak dapat bekerja secara normal seperti sebelumnya. Selain membutuhkan biaya pengobatan yang besar, keluarga juga harus menanggung biaya transportasi dan kebutuhan pendukung selama proses pengobatan berlangsung.
Penyakit yang diderita sang ayah telah memberikan dampak yang cukup berat terhadap kondisi ekonomi keluarga. Penghasilan yang menurun drastis membuat keluarga harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pendidikan anak-anak.
Hingga saat ini, keluarga mengaku belum menerima bantuan yang memadai untuk meringankan beban biaya pengobatan maupun kebutuhan pendidikan. Meski demikian, mereka tetap berusaha bertahan dengan segala keterbatasan yang ada.
Di tengah cobaan tersebut, Neng Zaskia justru menunjukkan prestasi yang membanggakan.
Berkat ketekunan dan semangat belajarnya, ia berhasil meraih berbagai pencapaian akademik, termasuk lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Matematika Tingkat Kabupaten Purwakarta.

Guru-guru di sekolah menilai Neng Zaskia sebagai sosok siswi yang disiplin, rajin, dan tidak pernah menjadikan kesulitan ekonomi sebagai alasan untuk menyerah. Prestasi yang diraihnya menjadi bukti bahwa semangat dan tekad yang kuat mampu mengalahkan berbagai keterbatasan.
“Kami sangat bangga dengan perjuangan Zaskia.
Di tengah kondisi keluarga yang sedang sulit, ia tetap fokus belajar dan terus berprestasi,” ungkap salah seorang guru pembimbing.
Kisah keluarga ini menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
Bantuan untuk biaya pengobatan gagal ginjal, kebutuhan cuci darah rutin, serta biaya pendidikan anak diharapkan dapat membantu keluarga ini melewati masa-masa sulit yang sedang dihadapi.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Neng Zaskia tetap menyimpan cita-cita besar untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin dan membanggakan kedua orang tuanya. Semangatnya menjadi inspirasi bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Saya ingin terus belajar dan membuktikan bahwa keadaan sulit tidak boleh menghentikan mimpi,” ujar Neng Zaskia dengan penuh optimisme.
yosi dan DM
