
Komnasbpklhnews.com NASIONAL, — Umat Islam akan segera menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang ditandai dengan datangnya bulan Muharram. Bulan ini memiliki keutamaan karena menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Tak sedikit masyarakat yang memanfaatkan momen pergantian tahun Hijriah untuk memperbanyak ibadah, mengikuti pengajian, hingga melakukan berbagai kegiatan sosial.
Selain dikenal sebagai awal tahun dalam kalender Islam, datangnya bulan Muharram juga identik dengan bulan Suro dalam tradisi masyarakat Jawa. Karena sama-sama menandai pergantian tahun, banyak orang bertanya apakah 1 Muharram dan 1 Suro jatuh pada hari yang sama.
Lalu kapan tepatnya 1 Muharram 1448 H pada tahun 2026 dan amalan apa saja yang dianjurkan selama bulan yang penuh keutamaan ini? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!
Kapan 1 Muharram 1448 H Tahun 2026?
Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Tanggal tersebut juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Penetapan yang sama juga tercantum dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah. Dalam kalender tersebut, awal Muharram 1448 H juga bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026.
Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) biasanya menetapkan awal bulan Hijriah melalui mekanisme rukyatul hilal dan hisab yang hasilnya diumumkan oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menjelang pergantian bulan.
Dengan demikian, jika tidak ada perbedaan hasil penetapan, umat Islam di Indonesia akan memperingati Tahun Baru Islam 1448 H pada 16 Juni 2026.
Apakah 1 Muharram Sama dengan 1 Suro?
Dalam kalender Jawa, Suro merupakan bulan pertama dalam satu siklus tahun. Nama Suro diyakini berasal dari kata Asyura yang merujuk pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Islam.
Karena sistem kalender Jawa yang digunakan saat ini mengadopsi perhitungan kalender Hijriah sejak masa Sultan Agung, maka awal bulan Suro umumnya bertepatan dengan awal bulan Muharram. Oleh sebab itu, 1 Suro 1959 Jawa diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 atau bersamaan dengan 1 Muharram 1448 H.
Adapun malam 1 Suro dimulai sejak matahari terbenam pada Senin, 15 Juni 2026. Di berbagai daerah di Pulau Jawa, malam tersebut sering diperingati dengan beragam tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Keutamaan Bulan Muharram dan Amalan yang Dianjurkan
Muharram termasuk dalam kelompok asyhurul hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan.
Berikut sejumlah amalan yang dapat diamalkan umat Muslim untuk meraih pahal di bulan Muharram:
1. Berpuasa Sunnah, Termasuk Puasa Asyura
Dikutip dari NU Online, salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah. Keutamaan tersebut didasarkan pada sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan:
جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال: شهر الله الذي تدعونه المحرم
Artinya:
“Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?’ Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram.'” (HR Ibnu Majah).
Sementara itu, dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).
Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis tersebut menjadi dalil yang menunjukkan besarnya keutamaan puasa di bulan Muharram dibandingkan bulan lainnya setelah Ramadhan.
Umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa terutama pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura. Puasa Asyura memiliki keutamaan besar karena dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.
Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata :
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ‘Asyura? Beliau menjawab, “Puasa ‘Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).
Karena keutamaannya tersebut, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan puasa sunnah yang satu ini ketika memasuki bulan Muharram.
2. Memperbanyak Amal Saleh
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh selama bulan Muharram. Pasalnya, bulan Muharram merupakan salah satu waktu yang memiliki keutamaan sehingga berbagai amal baik yang dilakukan di dalamnya bernilai besar di sisi Allah SWT.
Amal saleh yang dapat dilakukan antara lain memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, menjaga silaturahmi, membantu sesama, hingga meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
3. Memperbanyak Taubat
Bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak taubat dan introspeksi diri. Pergantian tahun Hijriah dapat dijadikan momentum untuk mengevaluasi perjalanan hidup sekaligus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Taubat berarti kembali kepada Allah dengan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan, menyesali dosa yang telah dilakukan, serta bertekad untuk tidak mengulanginya lagi di masa mendatang.
Para ulama mengingatkan agar taubat tidak ditunda karena tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan datang. Oleh sebab itu, awal tahun Hijriah menjadi kesempatan yang baik untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan lebih taat.
4. Bersedekah dan Membahagiakan Keluarga
Selain memperbanyak ibadah personal, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah selama bulan Muharram. Berbagi rezeki kepada orang lain, terutama keluarga dan mereka yang membutuhkan, termasuk amalan yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW bersabda:
من وسع على عياله في يوم عاشوراء وسع الله عليه في سنته كلها
Artinya:
“Orang yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura maka Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun tersebut.” (HR At-Thabarani dan Al-Baihaqi).
Yang dimaksud melapangkan keluarga adalah mencukupi kebutuhan hidup mereka, baik berupa makanan maupun kebutuhan lainnya. Hadis tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk lebih memperhatikan kesejahteraan keluarga sekaligus memperbanyak sedekah kepada sesama.
Demikian ulasan mengenai waktu berlangsungnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H/2026, lengkap dengan keistimewaan dan amalan-amalan yang dapat dilakukan di bulan Muharram. Semoga bermanfaat!
(Redaksi)
