
Komnasbpklhnews.com Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan hujan pada periode sepekan ke depan yang disebabkan oleh beberapa fenomena dinamika atmosfer diantaranya yakni pada skala global indeks ENSO di wilayah NINO 3.4 terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan kondisi La Niña lemah, sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan. Pada skala regional, aktivitas gelombang Kelvin dan Low Frequency diprakirakan aktif di wilayah Pulau Jawa dan berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif. Kondisi ini didukung oleh suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia, yang berperan sebagai sumber suplai uap air ke wilayah Jawa Barat. Selain itu, terpantau adanya belokan angin dan daerah konvergensi di wilayah Jawa Barat yang berpotensi memicu dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Dukungan dinamika tersebut diperkuat oleh kondisi labilitas atmosfer yang berada
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan INTENSITAS SEDANG – SANGAT LEBAT yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 – 29 Januari 2026 di Jawa Barat, yaitu di sebagian wilayah
* Kabupaten dan Kota Bekasi
* Kabupaten dan Kota Bogor
* Kota Depok
* Kabupaten Karawang
* Kabupaten Purwakarta
* Kabupaten Subang
* Kabupaten Cianjur
* Kabupaten dan Kota Sukabumi
* Kabupaten dan Kota Bandung
* Kabupaten Bandung Barat
* Kota Cimahi
* Kabupaten Sumedang
* Kabupaten dan Kota Cirebon
* Kabupaten Indramayu
* Kabupaten Majalengka
* Kabupaten Kuningan
* Kabupaten Garut
* Kabupaten dan Kota Tasikmalaya
* Kab Ciamis
* Kota Banjar
* Kabupaten Pangandaran.
REKOMENDASI :
BMKG Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada karena dalam seminggu ke depan (23 – 29 Januari 2026) beberapa wilayah
(Risman)