
Komnasbpklhnews.com KAB.KARAWANG, — SMAN 5 Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter dan kreativitas peserta didik melalui kegiatan kokurikuler bertajuk pameran hasil karya dan kaulinan tradisional siswa kelas X dan XI yang digelar pada Rabu, (13/05).
Kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara sekolah tersebut berlangsung meriah dan penuh antusias. Sejak pagi hari, para siswa terlihat sibuk menata stand pameran, mempersiapkan berbagai hasil karya, hingga menampilkan kaulinan tradisional yang menjadi daya tarik utama dalam acara tersebut.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas siswa, tetapi juga menjadi ruang edukatif untuk memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi dan budaya modern.
Berbagai hasil karya siswa dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari proyek pembelajaran, karya seni, media edukasi, hingga penampilan bertema budaya lokal yang dikemas secara menarik dan inovatif.
Suasana semakin semarak ketika para siswa menampilkan berbagai kaulinan tradisional yang mengundang perhatian seluruh peserta. Permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan generasi muda itu kembali diperkenalkan dalam nuansa kebersamaan dan edukasi budaya.
Kepala SMAN 5 Karawang, Dr. Epul Saepul, M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh siswa kelas X dan XI yang telah menunjukkan kerja keras, kekompakan, dan kreativitas dalam menampilkan karya terbaik mereka.
Menurutnya, kegiatan kokurikuler seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.
“Melalui kegiatan kokurikuler ini, kami berharap siswa dapat terus mengembangkan karakter, kreativitas, kolaborasi, serta meningkatkan kecintaan terhadap budaya daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang kepada siswa agar mampu berekspresi, berinovasi, sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Pengawas Pembina KCD Wilayah IV, Hj. Dr. Dede Sumiati. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu mengintegrasikan pendidikan karakter, kreativitas, dan pelestarian budaya tradisional dalam lingkungan sekolah.
Menurutnya, kaulinan tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga keberadaannya oleh generasi muda.
Di tengah perkembangan zaman modern dan dominasi permainan digital, keberadaan kaulinan tradisional dinilai memiliki nilai sosial dan edukatif yang sangat penting dalam membangun interaksi, kerja sama, serta sportivitas antar anak-anak dan remaja.
“Generasi muda harus mengenal budaya daerahnya sendiri. Kaulinan tradisional bukan hanya permainan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, kreativitas, dan pendidikan karakter,” katanya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta didik yang aktif menjelaskan hasil karya mereka kepada pengunjung dan tamu undangan. Tidak sedikit pula siswa yang ikut mencoba berbagai kaulinan tradisional yang disediakan di area pameran.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran di sekolah tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui aktivitas kreatif dan kolaboratif yang mampu meningkatkan kemampuan sosial serta keterampilan siswa.
Selain menampilkan karya dan kaulinan tradisional, acara tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antar siswa, guru, dan seluruh warga sekolah dalam suasana penuh kebersamaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMAN 5 Karawang berharap para peserta didik semakin termotivasi untuk terus berkarya, berinovasi, serta memiliki rasa bangga terhadap budaya lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
Sekolah juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pelestarian budaya di lingkungan pendidikan.
(Permana)