
Komnasbpklhnews.com Kab “Bekasi-Hari yang seharusnya penuh dengan tawa dan kemeriahan dalam sebuah acara adat khitanan berubah seketika menjadi duka yang mendalam.
Sebuah insiden kecelakaan kerja akibat sengatan listrik berkekuatan tinggi menimpa rombongan kesenian tradisional Sisingaan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Peristiwa memilukan ini terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Akibat peristiwa ini, tiga orang kru dilaporkan meninggal dunia di tempat, sementara dua orang lainnya mengalami luka bakar serius.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Kabel yang Melintang Rendah
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat, rombongan kesenian Sisingaan ini sengaja diundang dari wilayah Pagaden, Kabupaten Subang, untuk memeriahkan iring-iringan atau arak-arakan acara khitanan salah seorang warga setempat.
Kecelakaan bermula saat rombongan baru saja selesai beristirahat dan hendak melanjutkan perjalanan mengarak pengantin sunat. Di barisan rombongan, terdapat sebuah gerobak besar berangka besi yang memuat sistem pengeras suara (sound system). Karena membawa peralatan besar, tinggi gerobak tersebut melebihi rata-rata kendaraan atau tinggi manusia pada umumnya.
Saat melintasi salah satu jalan di area kampung, laju gerobak sound system terhalang oleh seutas kabel listrik yang melintang cukup rendah di atas jalan.
“Salah seorang kru berinisiatif untuk mengangkat kabel tersebut menggunakan tangannya agar gerobak besi sound system bisa lewat di bawahnya.
Namun, ia tidak menyadari bahwa kabel yang disentuhnya itu merupakan kabel telanjang yang masih dialiri arus listrik kuat,” ujar perwakilan penyidik Polres Metro Bekasi.
Arus Listrik Merambat Melalui Gerobak Besi
Dalam hitungan detik setelah kabel tersebut disentuh, korban pertama langsung tersengat listrik.
Sengatan fatal tersebut seketika merambat dengan sangat cepat melalui seluruh rangka besi gerobak sound system.
Nahas, beberapa kru lain yang saat itu tengah memegang, mendorong, dan berada melekat pada rangka gerobak ikut menjadi korban hantaman arus listrik.
Suasana kegembiraan konvoi langsung berubah mencekam diiringi teriakan histeris dari warga dan keluarga yang menyaksikan kejadian tersebut dari dekat.
Data Korban: Tiga Jiwa Muda Melayang
Pihak kepolisian telah mengonfirmasi identitas para korban yang terlibat dalam tragedi ini. Tiga korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka sengatan yang sangat parah:
Galang (18 tahun) – Kru Sisingaan asal Pagaden, Subang (Meninggal Dunia).
Juhan (20 tahun) – Kru Sisingaan asal Pagaden, Subang (Meninggal Dunia).
Rinto (29 tahun) – Kru Sisingaan asal Pagaden, Subang (Meninggal Dunia).
Sementara itu, dua korban lainnya dilaporkan selamat namun mengalami luka bakar yang cukup serius:
Rizal (18 tahun)
Rizki Maulana
Uniknya, dari hasil penyelidikan awal, korban yang pertama kali berinisiatif mengangkat kabel justru dilaporkan selamat meskipun harus mendapatkan penanganan medis akibat luka bakar sengatan listrik. Seluruh korban selamat langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di wilayah Cikarang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Polisi Selidiki Unsur Kelalaian
Pasca-kejadian, jajaran Polres Metro Bekasi langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi (police line) di sekitar gerobak sound system dan kabel yang menjadi sumber petaka.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan teknis ini. Fokus pemeriksaan meliputi:
Evaluasi kondisi kelayakan jaringan listrik di sekitar Kampung Cibeureum.
Posisi kelandaian kabel yang dinilai terlalu rendah dan membahayakan pengguna jalan.
Pemeriksaan saksi-saksi, termasuk pemilik hajat, pengelola kesenian, serta pihak penyedia ruang instalasi listrik setempat untuk melihat adanya potensi unsur kelalaian (negligence).
Hingga berita ini diturunkan, jasad ketiga korban meninggal dunia telah diurus untuk dipulangkan ke rumah duka di Pagaden, Subang, guna proses pemakaman oleh pihak keluarga yang diselimuti isak tangis. Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan
pentingnya aspek keselamatan (safety) dan koordinasi jalur instalasi kabel saat menggelar acara keramaian di area permukiman padat penduduk.
Risman / Redaksi