
Komnasbpklhnews.com
BEKASI, – Kabel utilitas yang semrawut dan menjuntai di berbagai ruas jalan Kota Bekasi kembali menjadi sorotan. Bagi warga, persoalan ini bukan lagi sekadar mengganggu keindahan kota, melainkan telah menjadi ancaman keselamatan yang berpotensi memicu kecelakaan sewaktu-waktu.
Keluhan ini mencuat setelah sebuah truk kontainer tersangkut kabel yang menggantung rendah di Jalan Bintara Jaya, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat. Insiden yang sempat viral di media sosial itu kembali mengingatkan bahwa penataan utilitas di Kota Bekasi belum sepenuhnya tertangani.
Pemkot Bekasi Akan Rapikan Kabel Semrawut Menjuntai di Bintara Jaya Berdasarkan pantauan awak media, Rabu 25 Juni 2026, kabel-kabel telekomunikasi masih terlihat menggantung rendah di sejumlah titik sepanjang Jalan Bintara Jaya. Sebagian kabel tampak bertumpuk di tiang utilitas, sementara lainnya mengendur hingga melintasi badan jalan.
Warga Khawatir Kabel Menjuntai Memicu Korban Jiwa Sri (35), warga Bintara Jaya, mengaku waswas setiap kali melintasi ruas jalan tersebut. Ia menilai kabel yang menggantung rendah berpotensi membahayakan kendaraan bertubuh tinggi maupun pengendara sepeda motor. Kekhawatiran itu semakin besar setelah muncul kabar meninggalnya seorang pelajar SMA di Jakarta yang diduga tersangkut kabel menjuntai.
“Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru ditangani. Kalau kabelnya sudah kelihatan rendah seperti itu, ya harus segera dirapikan,” ujar Sri.
Menurut Sri, persoalan kabel semrawut tidak hanya menyangkut aspek keselamatan, tetapi juga memengaruhi wajah Kota Bekasi sebagai kota penyangga Ibu Kota. “Kalau dilihat memang enggak enak. Kabelnya semrawut, menjuntai ke mana-mana. Selain membahayakan pengguna jalan, juga bikin lingkungan jadi kelihatan kumuh,” kata dia.
Keluhan serupa disampaikan Jasman (40). Ia mengingat rencana Pemerintah Kota Bekasi yang pernah menggagas pemindahan jaringan utilitas ke bawah tanah melalui sistem ducting. Menurut dia, sistem tersebut merupakan solusi permanen dibanding sekadar merapikan kabel yang menjuntai.
“Kalau enggak salah dulu pernah ada rencana kabel-kabel itu dipindahkan ke bawah tanah. Nah, itu yang ditunggu masyarakat sampai sekarang,” katanya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan penataan sementara, sebab kabel baru terus dipasang tanpa dibarengi penertiban yang memadai.
(D-Hunter/Red)
