
Komnasbpklhnews.com KAB. KARAWANG, — Demo ekstrakurikuler yang menjadi puncak dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 1 Pakisjaya telah berlangsung sejak 13 Juli 2026. Acara yang digelar meriah ini menampilkan berbagai atraksi dari puluhan ekskul yang ada di sekolah tersebut, mulai dari Rohis, Urban Farming, Sains Club, English Club, Anti Bullying, Math Club, Tari, Pencak Silat, Futsal, Sepakbola, PMR, Pramuka, Paskibra, hingga Jurnalistik.
Seluruh siswa, baik murid baru kelas X maupun siswa kelas XI dan XII, tampak antusias menyaksikan pertunjukan yang berlangsung di lapangan sekolah. Tidak hanya peserta didik, seluruh personil sekolah mulai dari guru hingga staf tata usaha juga turut hadir memeriahkan acara yang digelar pada hari terakhir MPLS tersebut.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Pakisjaya, Sudarma, S.ST., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan demo ekstrakurikuler ini memiliki tujuan utama untuk mengenalkan beragam pilihan kegiatan non-akademik kepada murid baru.

“Kami menggelar demo ekstrakurikuler ini agar murid-murid baru mengetahui secara langsung jenis-jenis kegiatan yang bisa mereka ikuti di sekolah. Dengan melihat atraksi dari kakak-kakak kelasnya, kami berharap mereka merasa termotivasi untuk bergabung dan mengembangkan bakat serta minat masing-masing,” ujar Sudarma, Selasa (21/7/2026).
Lebih lanjut, Sudarma menjelaskan bahwa setiap ekstrakurikuler yang ditampilkan dalam demo tersebut telah menyiapkan atraksi spesifik untuk menunjukkan keunggulan masing-masing. Pramuka misalnya, mendemonstrasikan keterampilan pionering dan baris-berbaris, sementara Paskibra menampilkan formasi dril yang rapi. Adapun ekskul seni seperti Tari dan Pencak Silat menampilkan koreografi yang memukau, sedangkan klub olahraga seperti Futsal memperagakan gerakan-gerakan dasar yang menarik perhatian siswa baru.
“Kami sengaja membuat demo ini semeriah mungkin agar murid baru tidak ragu untuk memilih ekstrakurikuler. Setiap ekskul memiliki keunggulan dan manfaatnya masing-masing, dan kami ingin mereka melihat langsung apa yang bisa mereka dapatkan jika bergabung,” tambah Sudarma.
Selain sebagai ajang pengenalan, kegiatan ini juga menjadi momen bagi murid untuk melihat bagaimana ekstrakurikuler dapat menjadi wadah pengembangan diri di luar pendidikan akademis. Sudarma menekankan bahwa partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya bermanfaat selama masa sekolah, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang dapat dibawa hingga setelah lulus.
“Kami berharap seluruh murid SMKN 1 Pakisjaya mampu mengembangkan bakat dan minatnya melalui ekstrakurikuler yang tersedia. Bukan hanya untuk meraih prestasi selama di sekolah, tetapi juga keterampilan yang bisa mereka bawa dan manfaatkan meskipun sudah tidak bersekolah di sini lagi,” jelas Sudarma.
Dengan adanya kegiatan ini, Sudarma juga berharap agar siswa baru dapat memilih ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, sehingga proses belajar di sekolah menjadi lebih seimbang antara pencapaian akademik dan pengembangan karakter melalui kegiatan non-akademik.
“Seluruh murid baru diberikan kesempatan untuk memilih maksimal dua ekstrakurikuler yang akan mereka ikuti selama satu tahun ajaran ke depan. Pihak sekolah menyatakan akan memfasilitasi seluruh siswa yang berminat untuk bergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler pilihan mereka,” pungkasnya.
(D-Hunter/Red)
