
Komnasbpklhnews.com Kota Bekasi bersiap melepas citra lamanya sebagai kota dengan TPA terbesar di Indonesia. Pemkot kini menggenjot pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Sumur Batu, Bantargebang.
Proyek bertajuk Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL ini dikerjakan oleh Wangneng Environment, perusahaan asal Tiongkok.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyebut proyek ini sebagai langkah transformasi besar bagi Bantargebang.

“Kami ingin mengubah narasi. Bantargebang tidak akan lagi identik dengan tumpukan sampah, tapi akan menjadi episentrum inovasi pengelolaan lingkungan,” ujar Tri dalam rilisnya, Selasa 30 Juni 2026.
Selama puluhan tahun, Bantargebang jadi tempat akhir sampah Jabodetabek. Kini, Pemkot menargetkannya jadi model ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Groundbreaking ditargetkan awal Juli 2026.
“Tujuan kami jelas. Bantargebang ke depan harus jadi simbol suksesnya pengelolaan sampah modern di Indonesia,” tutup Tri.
Wisnu Waka Biro Bekasi Raya
