
Komnasbpklhnews.com KAB. KARAWANG, – Kabupaten Karawang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Kongres ke-XI Angkatan Muda Siliwangi (AMS) yang berlangsung pada 11–12 Juni 2026 di Resinda Hotel Karawang. Forum tertinggi organisasi tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan AMS untuk lima tahun ke depan.
Ketua AMS Distrik Karawang, Suryana, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Karawang sebagai lokasi penyelenggaraan kongres. Menurutnya, penunjukan Karawang sebagai tuan rumah melalui proses seleksi yang cukup ketat dengan sejumlah daerah lain yang turut mengajukan diri.
“Pada Rapimnas sebelumnya terdapat empat daerah yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah, yakni Sukabumi, Cirebon, Kota Bandung, dan Karawang. Alhamdulillah, Karawang terpilih setelah melalui proses verifikasi dan dinilai memenuhi berbagai kriteria yang ditetapkan,” ujar Suryana, Jumat (12/06).
Ia menyebut pelaksanaan kongres di Resinda Hotel Karawang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Karawang. Menurutnya, hotel tersebut merupakan salah satu fasilitas terbaik yang dimiliki daerah tersebut.
“Kita patut berbangga karena Kongres ke-XI AMS digelar di salah satu hotel terbaik di Karawang yang memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung kegiatan berskala nasional,” katanya.
Suryana mengungkapkan antusiasme peserta kongres sangat tinggi. Hal itu terlihat dari kehadiran kader AMS dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk dari luar Pulau Jawa seperti Sumatera dan Bali.
“Peserta dari Jawa Barat tentu mendominasi karena faktor kedekatan wilayah dan lokasi kongres yang berada di Karawang,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, AMS Distrik Karawang berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta, mulai dari tingkat rayon hingga sub-rayon, agar mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman.
“Kami ingin memberikan pengalaman terbaik kepada para kader, terutama dalam menyaksikan secara langsung proses demokrasi organisasi melalui pemilihan Ketua Umum AMS,” tuturnya.
Suryana juga menyinggung kondisi cuaca Karawang yang cukup panas dan menjadi perhatian sejumlah peserta dari luar daerah.
“Ada peserta dari Sumatera Barat yang menyampaikan bahwa cuaca di Karawang cukup panas. Namun mudah-mudahan kondisi tersebut tidak memengaruhi suasana kongres,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga suasana tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.
“Semoga panas di luar tidak memicu panas di dalam forum kongres. Kami ingin menciptakan suasana yang guyub, harmonis, dan penuh kekeluargaan,” tegasnya.
Menurut Suryana, seluruh kandidat Ketua Umum AMS yang maju dalam kongres merupakan kader internal organisasi. Karena itu, siapa pun yang terpilih diharapkan mampu membawa AMS menjadi lebih baik serta memperkuat proses kaderisasi di masa mendatang.
“Semoga Ketua Umum yang terpilih nantinya dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi organisasi dan seluruh kader AMS,” ucapnya.
Lebih lanjut, Suryana menjelaskan bahwa Karawang memiliki berbagai keunggulan yang mendukung penyelenggaraan kegiatan berskala nasional, mulai dari akses transportasi hingga ketersediaan sarana akomodasi.
“Karawang didukung akses jalan tol, layanan Kereta Cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, serta banyak hotel dengan fasilitas yang memadai. Semua itu menjadi nilai tambah bagi penyelenggaraan kongres,” jelasnya.
Ia berharap kepemimpinan AMS ke depan mampu menjadikan organisasi semakin mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.
“AMS harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga harus mampu mendorong anggotanya berkontribusi dalam pembangunan daerah,” katanya.
Sebagai contoh, Suryana menyebut sejumlah sub-rayon AMS di Karawang telah mengembangkan usaha mandiri untuk membantu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
“Di beberapa sub-rayon, anggota AMS mengembangkan usaha kolam ikan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka,” ujarnya.
Selain menjalankan fungsi kaderisasi, AMS Distrik Karawang juga berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah daerah maupun sektor swasta agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan berpihak kepada masyarakat.
“Kami akan terus mengawasi jalannya pemerintahan Kabupaten Karawang agar tetap berada pada koridor yang benar. Begitu juga dengan investasi yang masuk, harus sejalan dengan kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Permana)