
Komnasbpklhnews.com KAB. KARAWANG, – Minimnya pasokan air di areal persawahan Rancabango, Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, Jawa Barat segera mendapat perhatian dari PJT II Wilayah Subang.
Keluhan petani yang kerap kesulitan mendapatkan air irigasi setiap musim tanam itu kini tengah ditangani melalui sejumlah langkah teknis.
Pengawas PJT II Wilayah Subang, Yanwar, mengatakan sebenarnya bulan ini telah tersedia tambahan suplai air dari Curug sekitar 55 meter kubik per detik. Namun, distribusinya belum optimal karena adanya kerusakan pada dua pompa utama.
“Saat ini debit air yang tersedia sekitar 45 meter kubik per detik. Kendalanya, pompa Curug berkapasitas 10 meter kubik dan 17,5 meter kubik mengalami kerusakan sehingga tambahan air belum bisa dialirkan secara maksimal,” ujar Yanwar, pada Senin (08/06/2026) siang.
Sebagai langkah sementara, PJT II menurunkan balok pintu air untuk meningkatkan Tinggi Muka Air (TMA) agar aliran dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan, termasuk Rancabango.
“Mudah-mudahan dengan langkah ini air bisa sampai ke lokasi yang membutuhkan. Kebutuhan air bukan hanya untuk wilayah ini, tetapi juga untuk daerah hilir,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini pasokan dari Sadawarna juga mengalami pengurangan sehingga kebutuhan air dibantu melalui saluran lain yang tersedia.
Terkait pintu air di Kampung Sumurbandung, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, ia menjelaskan, lokasi tersebut masuk wilayah pengamatan Kamojing dan menjadi kewenangan pengaturan PJT II Wilayah Subang.
“Meski areal persawahannya banyak berada di Karawang, pengaturan pintu air irigasi di sini tetap menjadi kewenangan wilayah Subang,” tegasnya.
PJT II akan terus memantau perkembangan setelah penurunan balok pintu air dilakukan. Evaluasi akan dilakukan untuk memastikan air dapat mengalir hingga ke wilayah Rancabango dan memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam saat ini.
Jamban dan jembatan bambu menghalangi aliran air jadi tidak maksimal di sekitar pintu air Sumurbandung, Desa Dawuan Timur, Cikampek, Karawang.
Selain itu, petani dan masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan saluran irigasi agar distribusi air tidak terhambat.
“Banyak rumput dan hambatan lain di saluran yang dapat mengurangi aliran air. Jika saluran bersih dan lancar, distribusi air ke sawah akan lebih optimal,” tutupnya.
(Tamin M)
