Komnasbpklhnews.com KAB.KARAWANG, – Petani di areal persawahan Rancabango, Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, Jawa Barat, terpaksa mengandalkan pompa air berbahan bakar LPG 3 kilogram untuk mengairi sawah akibat minimnya pasokan air.
Kondisi tersebut dikeluhkan petani karena hampir terjadi setiap musim tanam. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan lahan pertanian.
Seorang petani, Darsa (55), mengatakan persoalan air menjadi kendala utama yang dihadapi petani saat mulai menggarap sawah.
“Kendala selama ini sulitnya air untuk mengairi sawah. Masalah air ini menjadi persoalan utama saat musim garap tiba,” kata Darsa, Minggu (31/5/2026) siang.
Menurutnya, satu unit pompa air menghabiskan hingga tiga tabung LPG 3 kilogram dalam sehari semalam. Namun, upaya tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air untuk areal persawahan yang lebih luas.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan irigasi yang berdampak pada sekitar kurang lebih 250 hektare sawah di wilayah tersebut.
“Kami berharap ada penanganan cepat dari pemerintah agar petani tidak terus kesulitan mendapatkan air saat musim tanam,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan tokoh masyarakat setempat, H. Kimo (70). Ia meminta pengelola pintu air di Dusun Sumurbandung, Desa Dawuan Timur, yakni PJT II Cikampek, turun langsung memantau kondisi di lapangan.
Menurutnya, banyak petani di kawasan Rancabango kini mengandalkan pompa dari sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air sawah.
“Petani di area persawahan Rancabango, Karangsinom, banyak yang menggunakan pompa dari sumur bor untuk mengantisipasi kebutuhan air,” terangnya.
Ia menilai penggunaan pompa secara terus-menerus membuat biaya produksi pertanian semakin tinggi. Karena itu, pemerintah daerah dan PJT II diminta segera mencari solusi agar pasokan air ke areal persawahan kembali normal.
“Biaya operasional pertanian saat ini sangat besar jika tidak ada solusi. Kami berharap PJT II Cikampek dan pemerintah daerah segera memperhatikan persoalan ini,” ucapnya.
Sementara itu, petugas PJT II Cikampek, Heru, menyatakan pihaknya akan menelusuri penyebab minimnya pasokan air yang dikeluhkan petani.
“Kami akan telusuri permasalahannya terkait keluhan petani,” ujarnya.
(Anggi Kabiro)