
Komnasbpklhnews.com KAB Bekasi – Padepokan Indik-Indik merayakan peringatan Miladnya yang ke-14. Kegiatan ini menjadi momen syukur sekaligus penguatan jati diri bagi seluruh pengurus dan anggota yang bergabung dalam wadah pencak silat tersebut.
Peringatan Milad ke-14 ini mengusung prinsip utama Iman, Ilmu, Amal dan Silat, dengan semboyan “Bersatu dalam Silat, Berkarya untuk Negeri”. Nilai-nilai ini dijadikan pedoman dalam setiap langkah pembinaan, agar anggota tidak hanya mahir dalam gerak bela diri, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan wawasan yang luas.

Acara berlangsung di tempat kediaman padepokan, tepatnya di Kampung ciyosok RT 004 RW 001, Desa burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Dalam kesempatan tersebut, dihadiri oleh para sesepuh, pengurus, anggota, serta tokoh masyarakat sekitar yang turut memberikan dukungan dan doa restu.
Ketua Padepokan Indik-Indik dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang sebesar-besarnya atas perjalanan selama 14 tahun. Ia menyebutkan bahwa padepokan ini hadir bukan hanya sebagai tempat melestarikan budaya pencak silat, melainkan sebagai sarana membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungan.
“Selama 14 tahun ini, kami berusaha memegang teguh prinsip Iman, Ilmu, Amal, dan Silat. Kami ingin silat tidak hanya soal fisik, tapi juga pendewasaan diri dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Peringatan Milad ke-14 ini diisi dengan rangkaian kegiatan syukuran, doa bersama, silaturahmi, serta penampilan seni bela diri yang menampilkan keaslian aliran Indik-Indik. Suasana berlangsung khidmat, akrab, dan penuh kekeluargaan.
Dengan bertambahnya usia ke-14 ini, Padepokan Indik-Indik berkomitmen untuk terus berkembang, memperluas manfaat bagi warga sekitar, serta menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Nurhasan kepala biro Bekasi kota
