
Komnasbpklhnews.com JAKARTA, — Murid SDN Lagoa 01,02,05 Jakarta Utara, zaman sekarang sih enak, bisa menuntut ilmu di sekolah yang berkualitas dan mendapatkan dukungan dari produk teknologi yang canggih. Meskipun sudah memperoleh banyak fasilitas yang istimewa, tidak sedikit murid SD masa kini yang malas belajar dan lebih suka bermain atau berselancar di internet.
Janganlah kamu bermalas-malasan, wahai adik kecil!
Dewan Pengawas Komnasbpklhnews.com, Cahya Kusuma menyempatkan mampir ke SDN Lagoa, Ia menceritakan masa-masa waktu itu. Dulu ketika generasi 90-an seperti kami ini melalui masa-masa Sekolah Dasar, tak ada yang namanya fasilitas istimewa untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Masa kecil kami yang penuh keterbatasan tak menghalangi kebahagiaan dan ketekunan kami dalam perjalanan meraih cita-cita.

Diantara sekian banyak kenangan ala generasi 90-an yang ada di kepala kami, 8 kenangan berikut ini bisa sedikit menjelaskan masa kecil kami yang indah dan penuh warna :
1. Belajar menulis sambung, alamak susahnya. Belum resmi disebut generasi 90-an kalau gak belajar nulis sambung.
2. Bahagia itu sederhana, cukup bermain bola di lapangan beralaskan tanah.
3. Halo Om, Adinya Ada?Gagal ngobrol sore itu disponsori telepon rumah yang digembok
4. Semeja berdua, bukan romantis melainkan takdir. Ada suka duka dibalik meja kayu yang sempitnya minta ampun
5. Menghafalkan lagu daerah, masih zaman ya? Walau tak paham artinya, tapi kami hafal semua syairnya
6. Merinding disko saat antre untuk disuntik.Teman yang tertawa saat kami disuntik tampak sangat jahat dan tak berprikemanusiaan
7. Nonton film dari proyektor yuk ! Selalu ada keceriaan saat nonton film dari proyektor
8. Besok dandan yang rapi ya, kita mau foto kelas.Kami pernah rela kepanasan demi selembar foto kenangan dari masa SD
Dari masa kecil yang penuh keterbatasan itu, kami kini beranjak jadi seorang dewasa yang siap menghadapi dunia. Terima kasih masa-masa SD yang sederhana, kami akan terus mengenangmu sebagai kenangan manis. Sekarang saatnya kami melakukan gerakan “menolak tua” supaya semangat yang tak padam akan membawa kami mendulang kesuksesan,” pungkasnya.
(Tim/Red)
