
Komnasbpklhnews.com KAB. BOGOR, — Menghabiskan liburan di luar rumah tidak selalu harus menghabiskan banyak uang. Ada banyak destinasi dengan harga budget yang memadai kantong anda, tetapi cukup untuk melepas penat yang sangat melelahkan selama melakukan aktifitas. Maka wisata ini adalah tempat yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga maupun dengan teman. Yakni, salah satu tempat wisata tersebut adalah Wisata Niagara Cipamingkis.
Bunda Sumiyati, pengunjung asal Pakisjaya, salah satu pengunjung yang tertarik dengan Sungai Cipamingkis yang terletak di Desa Sukaresmi, Kec. Sukamakmur, Jonggol, Kabupaten Bogor.
Ia menikmati liburan dengan nuansa riak air Sungai Cipamingkis Jonggol terdengar tenang dan bersamaan dengan tiupan angin. Siang itu cuaca cukup cerah. Sejak kami tiba di sana pagi-pagi sekali, sungai Cipamingkis masih terlihat sepi.

Namun lama kelamaan banyak orang yang berdatangan, ternyata pengunjung sungai Cipamingkis ini sangatlah beragam, dari segenap keluarga sampai anak muda. Ada yang bermain air, berenang dan juga berfoto. Beberapa anak muda juga turun ke sungai Cipamingkis untuk menikmati derasnya arus,” imbuhnya, Minggu (12/07/2026).
Salah satu daya tarik Cipamingkis selain sungainya adalah jembatannya, yaitu Jembatan Cipamingkis. Jembatan yang dahulunya hanya terbuat dari bambu-bambu yang sangat rentan, sekarang sudah direnovasi menjadi jembatan yang terbuat dari beton yang kokoh. Jembatan tersebut adalah jembatan gantung yang terletak tidak jauh dari sungai Cipamingkis, tepatnya diatas aliran sungai Cipamingkis.
Jembatan Cipamingkis ini pada awalnya dibuat untuk memudahkan sarana tranportasi masyarakat sekitar yang telah ditunggu-tunggu pembangunannya, gunanya yang pasti untuk melintasi kali atau sungai Cipamingkis ini.
Fakta Jembatan Cipamingkis selanjutnya yaitu sebagai penghubung antara Desa Sukaresmi dengan Desa Sukanegara, Ustad Dadang Warga srkitar mengatakan, jembatan ini dibangun oleh Direksi Kota Bogor pada pertengahan Desember 2016.
Jembatan selebar satu setengah meter dan panjang lebih dari 500 meter itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Sukaresmi. Karena akses pasar terdekat bagi warga Desa Sukaresmi adalah pasar Dayeuh. Jadi, tanpa jembatan warga harus melewati desa lain yang jaraknya lebih dari 10 kilometer. “Di jembatan, hanya beberapa menit ke pasar,” ujarnya.
(D-Hunter/Red)
